Berikut adalah profil lengkap Kelurahan Bukit Pinang Samarinda.
Kelurahan Bukit Pinang merupakan salah satu wilayah administratif setingkat kelurahan yang berada di Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Kelurahan ini terbentuk pada tahun 2006 dan memiliki kode wilayah 64.72.03.1009 dengan kode pos 75124. Secara geografis, wilayahnya berupa dataran yang dikelilingi perbukitan dan berbatasan dengan beberapa kelurahan lain seperti Air Putih, Lok Bahu, dan Air Hitam, serta berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara di bagian utara.
Dari segi demografi dan potensi wilayah, Kelurahan Bukit Pinang memiliki jumlah penduduk sekitar 12 ribu jiwa dengan tipologi wilayah yang didominasi kegiatan perkebunan, peternakan, dan perikanan. Fasilitas umum yang tersedia meliputi puskesmas, posyandu, sekolah dari tingkat TK hingga SMA, serta lembaga keagamaan seperti pondok pesantren. Selain itu, kelurahan ini juga aktif dalam program pemerintah seperti “Desa Cantik” (Desa Cinta Statistik) yang bertujuan meningkatkan kualitas data dan pembangunan berbasis informasi. Secara administratif, kelurahan ini dipimpin oleh seorang lurah yang mengelola pelayanan masyarakat seperti administrasi kependudukan, perizinan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dasawisma Kelurahan Bukit Pinang samarinda adalah kelompok masyarakat tingkat paling kecil dalam struktur kegiatan PKK yang terdiri dari sekitar 10–20 kepala keluarga dalam satu lingkungan RT yang berada di dalam Kelurahan Bukit Pinang samarinda. Kelompok ini dibentuk untuk memudahkan pendataan dan pelaksanaan program-program kesejahteraan keluarga secara langsung dan terorganisir. Setiap dasawisma biasanya dipimpin oleh seorang kader yang bertugas mengoordinasikan anggota, mencatat kondisi keluarga, serta menyampaikan informasi penting dari tingkat RT atau desa kepada warga.
Peran dasawisma sangat penting karena menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program sosial, seperti kesehatan, pendidikan, gizi keluarga, kebersihan lingkungan, hingga ketahanan pangan rumah tangga. Melalui kegiatan seperti posyandu, kerja bakti, atau pendataan rutin, dasawisma membantu pemerintah dan masyarakat dalam memantau serta meningkatkan kualitas hidup warga. Dengan pendekatan yang dekat dan berbasis lingkungan, dasawisma mampu menciptakan komunikasi yang efektif dan memperkuat solidaritas antarwarga.